Secara medis Asperger’s syndrome dimaknai sebagai kelainan autisme ringan yang sudah menampakkan gejalanya sejak anak-anak ditandai dengan kesulitan untuk berinteraksi sosial, kemampuan motorik (ketrampilan) yang rendah yang dinamakan clumsiness, tetapi memiliki kemampuan otak ’khusus’ yang tidak dimiliki orang yang normal.
Di bidang komunikasi bahasa (verbal communication) anak dengan Asperger’s syndrome (AS) memperlihatkan ketidak-mampuan menangkap gaya bahasa sindiran (irony), metafora ( kiasan ) bahkan juga humor. Semua kata hanya dimaknainya secara kaku tanpa emosi. Manakala seorang anak AS berkata, maka pengucapannya hampir-hampir datar tanpa intonasi ( tanpa prosody) dan ada kecenderungan untuk menggunakan rangkaian kata-kata yang berlebihan (verbose).
Di bidang komunikasi non verbal, anak dengan AS, mempunyai ciri yang paling menonjol yaitu sedikit sekali menunjukkan rasa empati, pendiam dan penyendiri sehingga mengesankan angkuh dan sulit menyesuaikan diri. Karena sifatnya yang ’berbeda’ ini, dia sulit untuk menjalin pertemanan dan sering menjadi bahan cemoohan dari teman-temannya di sekolah.
Di bidang motorik, anak AS ini menunjukkan kekikukan (clumsiness) yang cukup menonjol, misalnya di dalam menggunakan sendok dan garpu, menangkap bola, mengikat tali sepatu, membuka tutup stoples, belajar mengendara sepeda, yang sudah bisa dilakukan dengan baik oleh anak-anak sebayanya. Gerak langkahnya pun (gait) terlihat aneh dan kaku. Penderita AS juga mempunyai kecenderungan mengalami kesulitan tidur dan memperlihatkan tanda-tanda alexithymia ( tidak mampu mengidentifikasi dan menggambarkan perasaan atau emosinya).
Meskipun digolongkan dalam kelainan autisme, anak-anak AS tidak sepenuhnya menarik diri dari pergaulan dengan orang-orang di sekitarnya. Dia bisa terlibat dalam perbincangan mengenai topik yang disukainya namun dengan cara penyampaian yang ’sepihak’ dan berpanjang-panjang (long winded), tanpa dia bisa merasakan bahwa lawan bicaranya sudah bosan atau tidak tertarik. Karenanya, sulit baginya untuk memahami bahwa orang yang sedang diajaknya berbicara itu sesungguhnya sedang membutuhkan privacy atau sedang terburu-buru untuk sesuatu keperluan dan harus memutuskan perbincangan. Karena minimnya rasa empati pada anak (dan juga orang dewasa) Asperger’s syndrome ini, maka dia sering mengucapkan kata-kata yang melukai perasaan orang tanpa dia merasa bersalah.
Kelainan ini pertama kali ditemukan oleh seorang dokter anak Austria Hans Aspesger pada empat orang anak di tahun 1944 dengan gejala-gejala yang disebutkan di atas. Namun penderita Asperger ini menunjukkan kemampuan otak yang tidak dimiliki oleh orang normal seperti dalam bidang matematika dan teknologi informatika. Oleh dokter Asperger mereka disebutnya dengan ’little professors’ dan di zaman sekarang mereka mendapat julukan ’Silicon Valley children’ karena kecanggihan mereka menguasai TI. Bidang yang menjadi minat mereka memang terasa ’nyentrik’ di mata orang normal misalnya soal astronomi, meteorologi, dinosaurus, dan hal-hal yang spesifik tehnis lainnya.
Di novel ’The Girl With The Dragon Tattoo’ yang kini menjadi bestseller di seluruh dunia dilukiskan seorang tokohnya, seorang gadis dengan kelainan Asperger ini. Gadis yang bernama Lisbeth Salander ini semenjak masa remajanya sudah terlibat dalam pelbagai masalah sosial (berkali-kali ditangkap polisi dan dimasukkan panti rehabilitasi) namun memiliki kemampuan TI sebagai hacker yang tanpa tandingannya. Dengan kepiawaian menjalin cerita, Stieg Larsson, si penulis fiksi ini berhasil menggiring pembacanya menikmati sebuah petualangan batin yang amat mendebarkan dan mengasyikkan. Fiksi yang ber-genre thriller ini dibuat dalam tiga seri (trilogi) masing-masing berjudul ’The Girl With The Dragon Tattoo’, The Girl Who Played With Fire’ dan ‘The Girl Who Kicked The Hornets’ Nest’. Konon bukunya sudah terjual sebanyak 20 juta kopi di seluruh dunia.
Aspesger’s syndrome memang kelainan yang belum begitu banyak dikenali orang bahkan sering keliru didiagnosa dengan kelainan jiwa lainnya. Dengan mendeteksi kelainan ini pada usia dini mungkin kita bisa membimbing tumbuh kembang sang anak dengan AS menjadi orang dewasa yang berguna dalam masyarakat.
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer
NGEMPLANG PEMBELI, REJEKINYA LARI, BERKAHNYA GAK NEMPEL DI HATI...
-
Sudah sering kita baca kasus kayak gini nih, pas musim liburan, banyak
pengusaha makanan yang naikin harga semena-mena demi mendapatkan keuntungan
sebanyak...
7 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar